Dua Puluh Satu

3494 Kata

“Nheo?” Jeremy menyipitkan matanya untuk melihat ke ujung jalan berumput luas. Kawanan kuda cantik di ujung sana kelihatan asik merumput. “Itu bukan Nheo,” kata Alfred duduk disamping Jeremy. “Awalnya kupikir itu juga Nheo, tapi Nheo tak mungkin dibiarkan begitu saja oleh Glenn. Nheo seharusnya di istana saat ini kan?” “Glenn melepas Nheo ke alam liar sehari sebelum dia dinobatkan menjadi Raja dengan alasan kalau Nheo tak akan bebas di istana,” Jeremy mengangkat tangannya dan meniup peluit. Suaranya nyaring dan panjang. Salah satu kuda dari kawanan itu bergerak dan berlari cepat menuju mereka. Jeremy berlari menuju kuda itu dan mengelus kepalanya dengan sayang. Ternyata kuda itu memang Nheo, Jeremy mengenalinya sama seperti Nheo mengenai Glenn. “Berita gawat!” Steave berteriak dari u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN