Malam itu, lampu-lampu neon berwarna biru dan ungu mulai menghiasi ruangan klub yang penuh sesak. Dentuman bass dari speaker besar membuat lantai bergetar, menggema ke seluruh sudut ruangan. Bau alkohol bercampur dengan asap rokok menebal di udara, menambah atmosfer liar khas dunia malam. Setelah beberapa minggu Gio menghilang dari panggung, akhirnya ia kembali. Malam ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia mengambil job DJ lagi. Namun berbeda dari biasanya, kali ini Gio tidak datang sendirian. Jonathan ikut menemaninya. “Kamu siap?” tanya Jonathan, berdiri di samping meja kontrol, suaranya nyaris tenggelam oleh gemuruh musik. Gio mengangguk mantap, meski wajahnya masih menyimpan sedikit ketegangan. “Siap, Bang. Aku udah kangen banget sama suasana ini.” Jonathan menatap adik

