Di sinilah Zhaira sekarang. Berada di ruangan bernuansa putih. Zhaira disuruh menunggu di sini setelah mendapat pemberitahuan kalau acara ijab qobul akan segera dimulai. Semuanya sudah berkumpul di tempat melangsungkan acara ijab qobul itu. Zhaira menggenggam erat tangan Silmi. Ia merasa takut, gugup, dan juga deg-degan. "Baca sholawat, Zha." Silmi tersenyum, menenangkan Zhaira. "Aku juga pernah merasakan ini kok, Zha." Zhaira menoleh, tersenyum kaku pada Silmi. "Rasanya jantung gue berontak minta keluar, Sil." Silmi terkekeh geli. Ia mengusap punggung tangan Zhaira. Zhaira bersyukur, karena Silmi bersedia menemaninya di ruangan ini. Tidak seperti Salsa yang merengek ingin melihat prosesi ijab qobul di sana. Samar-samar suara speaker terdengar oleh indera pendengaran dua gadis itu.

