16. Kane Houston (6)

997 Kata
Chapter 16 : Kane Houston (6) ****** UNTUK Kane dan Russel, pertanyaan yang Jace berikan kurang lebih sama. Namun, respons mereka sedikit berbeda. Di awal-awal, Jace menanyakan hal yang sudah ia tanyakan kepada peserta lain. Setelah itu, dia mulai bertanya soal rem mobil Castro. "Rem mobil Castro dipotong manual. Sangat rapi. Seseorang harus berada di bawah mobil itu selama beberapa menit tanpa terlihat. Saat kalian semua sibuk mengurus jenazah Austin di lantai bawah, siapa yang tidak ada di ruangan? Saya tahu kalian semua kaget, tetapi coba ingat: siapa yang terakhir bergabung ke ruang tamu saat polisi pertama datang?" Jawaban Kane dan Russel kurang lebih sama meskipun mereka ditanyai di sesi yang berbeda, yaitu: tidak ada yang terakhir. Mereka semua berkumpul dan tak ada yang terpisah. “Kau berada di kamar yang sama dengan Bryant. Apakah kau tidak mendengar suara apa pun saat Bryant keluar dari kamar malam itu? Itu pasti ada suaranya, terutama bila dia membuka koper Castro untuk mengambil alkohol,” ujar Jace. Kane menjawab, “Aku sempat mendengar suara zipper samar-samar, tetapi saat kubuka mataku sedikit, aku tak melihat apa pun. Maka dari itu, aku tidur lagi… sampai akhirnya aku mendengar teriakan Chris.” Sementara itu, jawaban Russel adalah: “Aku tak mendengar apa pun. Aku tidur pulas malam itu, sebelum Kane membangunkanku karena dia mendengar teriakan Chris.” Pertanyaan Jace selanjutnya adalah: “Kalian semua sedang packing. Siapa yang sampai lebih dahulu di dapur?” Kane dan Russel menjawab hal yang sama, yakni mereka berdua dan Castrolah yang sampai lebih dahulu karena kamar mereka paling dekat dengan dapur. Jace mengangguk. Setelah itu, pertanyaan Jace mulai mengarah ke kematian Castro. Dia ingat bahwa Kane dan Russellah yang mencoba untuk menahan Castro pergi saat itu. “Kau mencoba untuk menahan Castro agar tidak pergi, tetapi hanya sampai di ambang pintu. Dari posisimu di pintu itu, saat Castro masuk ke mobil dan menyalakan mesin, apakah kau mendengar suara aneh dari bawah mobilnya atau melihat seseorang yang bergerak di area parkir sebelum lampu Chevrolet itu menyala?” Kane dan Russel jawabannya tetap sama, hanya berbeda pemilihan kata. “No, tak ada siapa-siapa di sana. Hanya Castro. Tak ada suara aneh juga dari mobil itu.” Tak lama kemudian, sampailah Jace pada pertanyaan terakhirnya untuk Kane dan Russel. Di pertanyaan terakhir ini, Jace menjalin jemari kedua tangannya dan menempatkannya di bawah dagu. Dia menatap Kane/Russel dengan saksama. Tenang, diam… tetapi diamnya itu entah mengapa terasa mencekik. Ada tekanan yang membuat udara saat itu sulit dihirup. Tatapannya juga tak berubah. Fokus. Membuat mereka berdua tanpa sadar harus menatap matanya balik, tak bisa menghindar. Dengan demikian, terdengarlah pertanyaan itu. “Sebelum pergi, Castro bilang… pasti ada seseorang yang tertawa melihat kebodohan kalian di belakang layar. Menurut kalian… siapa orang itu?" Kane melebarkan mata. Sementara itu, Russel menyatukan alis. Mereka seperti disuruh untuk menduga-duga… atau mungkin memfitnah seseorang. Mereka ‘cukup paham’ bahwa itu adalah semacam… pertanyaan provokasi. Kalau Kane, dia menggeleng tak habis pikir seraya berkata: “Wait, apa maksud Anda, Mr. Corbin…? Itu terdengar seperti… Anda berpikir kalau Castro menuduh salah satu dari kami sebagai pelakunya. Castro memang agak impulsif, tetapi sepertinya kata-katanya itu bukan ditujukan pada kami. Dia lebih seperti menuduh orang luar. Atau apakah aku salah persepsi?” Namun, Russel justru langsung menjawab dengan nada yang sedikit naik, “What the heck??! No. Aku tak mau menerka-nerka. Castro mungkin benar, tetapi bukankah perkataannya terdengar ‘general’?! Setahuku, dia marah karena banyak dari kami yang ‘setuju’ kematian-kematian itu ditetapkan sebagai kecelakaan, bukan marah karena curiga!” Terlepas dari apa pun jawaban mereka atas pertanyaan itu, Jace tetap mengangguk pelan. Dia pun menyelesaikan sesi interogasi itu. Dia telah menyimpan banyak hal di otaknya. Beberapa mulai dia catat di berkasnya (sebagai tambahan), jaga-jaga kalau misalnya dia lupa. Intinya, hari itu… Jace mendapat informasi yang lumayan banyak. Dia akan menggunakan semua itu untuk penyelidikan lebih mendalam. Hari itu pun berlalu. ****** Pagi ini, Ibarra mencoba menyeduh teh hangat untuk dirinya sendiri. Makan dan tidurnya tak teratur. Matanya merah. Dia tak bisa berhenti memikirkan seluruh kejadian ini, terutama… pelakunya belum ditemukan. Karena ingin mendengar berita terbaru soal kasus ini, Ibarra pun membawa segelas tehnya ke ruang tengah. Dengan lemas, tak ada semangat hidup, dia pun duduk di sofa ruang tengah itu. Di depan televisi. Tatkala dia menghidupkan televisi dengan remote, dia langsung mencari channel berita. Begitu menemukannya, dia langsung berhenti dan meletakkan remote TV itu di atas meja. Namun, apa yang terlihat di berita itu sukses membuat Ibarra membatu. Jantungnya serasa berhenti berdegup. Bagian belakang kepalanya serasa dipukul kencang dengan tongkat baseball. Napasnya langsung tersekat di tenggorokan. Tehnya ia letakkan di atas meja dengan cepat hingga sedikit tumpah. Ia langsung berdiri dan menatap layar televisi dengan mata yang membulat sempurna. Judul berita itu adalah: BREAKING NEWS: SEORANG ATLET RENANG DITEMUKAN TEWAS DI TEROWONGAN BAWAH TANAH Kedua kaki Ibarra mendadak terasa selemah jelly. Visual di layar televisi menunjukkan area Prince Memorial Greenway, tepat di mana jalur pedestrian menurun ke arah lorong bawah tanah Santa Rosa Creek. Kamera kemudian menyorot ke arah pintu masuk sebuah lorong drainase beton yang gelap di bawah persimpangan jalan utama. Di sana, di bawah struktur beton yang masif, garis polisi kuning telah terpasang, membatasi area yang dipenuhi genangan air sisa hujan dan lumpur. Suara sang pembawa berita itu pun terdengar. “Breaking News. Seorang atlet kembali ditemukan tewas di Sonoma County. Jenazahnya ditemukan oleh petugas kebersihan kota di dalam terowongan drainase pusat kota Santa Rosa pukul 06.00 pagi tadi. Area tersebut kini ditutup total untuk penyelidikan. Korban diidentifikasi sebagai Kane Houston, atlet renang nasional yang juga merupakan saksi kunci dalam rentetan kematian tragis di Healdsburg beberapa hari belakangan. Menurut laporan awal, tidak ditemukan kendaraan milik korban di sekitar lokasi, memperkuat dugaan bahwa korban sengaja berjalan kaki melalui jalur tersembunyi tersebut. Hingga saat ini, Detektif Jace Corbin yang menangani kasus kematian beruntun tim Sonoma belum memberikan keterangan resmi terkait apakah kematian ini merupakan murni kecelakaan atau ada unsur pembunuhan berencana...” Ibarra jatuh terduduk di sofa dengan wajah pucat. []
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN