Ini sudah jam 8 malam dan Fania belum tidur, karena terus memikirkan perkataan dari ayahmya tadi sore, semua hubungan yang saling berkaitan satu sama lain hingga menyeret dirinya kedalam semua masalah yang menjeratnya sekarang. Fania benar - benar harus mengambil keputusan sekarang, perasaannya mulai tidak enak jika harus menunda nya hingga besok pagi. Menyingkap selimutnya dengan pelan agar Neina yang tidur disampingnya itu tidak terganggu dan terbangun, karena dirinya. Begitupun saat berjalan keluar dari kamar, Fania berusaha agar tidak mengelurkan suara sedikitpun dari langkah kakinya ataupun saat membuka dan menutup pintu. Pencahayaan di koridor kamar masih menyala dengan sempurna, membuat Fania berjalan ke arah kamar yang dihuni ayahnya, tepat disamping kamar yang di tempatinya

