Fania mulai membuka matanya saat sebelah tangan nya merayap untuk meraba sebelah tempat tidur yang kini tidak terdapat sesosok tubuh besar yang akan menarik nya kedalam pelukan. Membuat Fania berbalik menelantangkan tubuh nya dengan kedua mata hitam nya yang menatap langit - langit kamar yang berwarna krem. Fania menghembuskan nafas nya pelan saat mengingat kejadian pagi tadi, dirinya tidak tauh harus bereaksi seperti apa. Tubuh nya tidak dapat mengingkari bahwa sentuhan Breanch sangat menggoda di setiap inci kulit nya membuat keadaan semakin sulit untuk nya ataukah karena perasaan nya yang mulai tenggelam. Fania tidak tauh. Tapi satu yang dirinya tauh dirinya sudah semakin jauh dari tujuan awal nya untuk pergi dari pria tersebut,bersamaan dengan perasaan nya dan tubuh nya yang mulai t

