Fania tidak yakin dengan apa yang akan di lakukan nya malam ini tapi, perempuan tersebut tauh hanya ini yang dapat membuat nya menjauh dari lelaki bermata amber itu. "Nona saya harus meletakan ini di mana ?" Fania yang sedang menata meja makan untuk makan malam, tersadar dari lamunan nya saat seorang pelayan datang menegur nya. "Di situ" tunjuk Fania dengan lembut. Membuat sang pelayang dengan patuh menata vas bunga di atas meja, tepat di tengah nya. "Apa mereka masih berbisik - bisik ?" "Ya ?" Fania menghela nafas nya lalu kembali menyibukan diri menata meja. "Apa mereka masih membicarakan perubahan ku ?" "Saya akan menegur nya." "Tidak perlu. Biarkan mereka berbicara sampai puas." Fania mengangkat botol wine yang belum di buka itu lalu kembali berbalik menatap sang pelayan. "Buk

