Breanch melap keringat yang berada di dahi milik Fania saat perempuan tersebut belum bangun dari ketidak sadaran nya. "Kenapa kau mudah sekali kehilangan kesadaran ?" gumam Breanch dengan terus memeluk tubuh Fania kedalam dekapan nya. Erthan membuka pintu mobil depan dan masuk ke dalam, membuat Breanch mengalihkan perhatian nya dari Fania menatap ke arah Erthan yang menatap nya melalui kaca dashboard. "Sepertinya kita harus menunda kepulangan. Saya menerima kabar bahwa helicopter terlalu beresiko di terbangkan saat badai terjadi." Kerutan tidak suka muncul di dahi Breanch membuat Erthan menunduk "Maafkan saya." "Apa kau tidak memeriksa perkiraan cuaca ? Kau bilang semua nya akan berjalan lancar!" sentak Breanch membuat Erthan hanya diam menunduk, menghindari tatapan Breanch dari

