Breanch berhenti mengetik di atas laptop saat kilasan ingatan mengehenggap masuk ke dalam pikiran nya. Suara deheman keras di depan nya membuat Breanch mendongak menatap Erthan yang menunduk saat mata nya bertubruk kan dengan mata coklat lelaki tersebut. "Apa ada pikiran yang mengganggu anda ?" "Tidak. Hanya pikiran kecil saja." Ucap Breanch dengan menyandarkan punggung nya di kursi kebesaran nya itu. "Apa laporanmu sudah selesai ?" "Ya." Ucap Erthan dengan sedikit tidak yakin, karena diri nya tidak yakin jika lelaki yang menjadi boss nya ini sedari tadi mendengarkan nya. "Kalau begitu kau boleh pergi." Selepas kepergian Erthan dari hadapan nya, Breanch mengembuskan nafas nya dalam - dalam. Kepala nya mendongak ke atas langit - langit dengan pikiran nya yang tidak berhenti memiki

