Raysa merasa kepalanya pusing sejak tadi. Sepertinya karena ia kurang tidur. Itulah kenapa ia membeli kopi tadi pagi. Raysa menyesap kopi yang masih hangat itu. Tiba-tiba bayangan wajah Kayhan muncul di kepalanya. Raysa langsung menggeleng kuat, mengusir bayangan itu pergi. "Astaga, kenapa bayangan dia muncul sih?" tanya Raysa kesal. Sejak kemarin Raysa sudah mencoba melupakan tentang Kayhan. Kejadian di pernikahan Quin kemarin benar-benar membuat Raysa keki. Seingatnya dulu abang Quin itu tak menyebalkan seperti sekarang. Tapi kenapa Kayhan tiba-tiba jadi sangat menyebalkan? Menyebalkan dan juga songong. Raysa benar-benar tak menyukainya. "Jangan sampai ketemu lagi deh.." Raysa berdoa. Pintu ruangan Raysa diketuk. "Pasien, dokter.." "Iya suruh masuk.." Raysa memperbaiki posisi d

