Tibanya di panti Al’Usra, Ethan berjalan di belakang ketua panti yang menyambut kedatangannya, Muchtar. Tubuh dan kepala Ethan mungkin tegak mengarah ke depan, tetapi pandangannya menyapu ke berbagai arah seolah sedang mencari seseorang. Siapa lagi jika bukan Aliza, wanita yang membuatnya berada di Bandung saat ini. Tepat ketika menaiki tangga untuk ke lantai dua, Ethan melihat Aliza yang sedang berjalan bersama dua wanita yang diketahui adalah guru di sana. Sedangkan saat itu, Jefri dan orang-orangnya sudah meninggalkan panti untuk mencari hotel yang akan mereka tempati. Tentu, Aliza tak tahu kedatangan Ethan selaku pendiri panti tersebut. Ethan hanya bisa menatap dari kejauhan, tak mungkin ia kembali ke bawah hanya untuk muncul di hadapan Aliza. Hatinya sudah cukup tenang dengan hanya

