Di sore hari, anak-anak yang sudah cukup dewasa tampak sedang bermain bola di lapangan. Namun, Ethan sendiri lebih asyik bermain bersama Miftah di tepi lapangan. Sama seperti anak yang lain, Ethan dan Miftah juga bermain bola. Hanya saja, mereka melakukan hanya berdua dan tentu tidak sungguh-sungguh. Dari lantai dua gedung asrama putri, Aliza dapat melihat interaksi Ethan dan Miftah dengan jelas. Begitu manis melihat keduanya yang persis seperti ayah dan anak. Akankah Ethan semanis itu bersama anaknya sendiri nanti? Tangan Aliza mengusap-usap perutnya sedangkan pandangannya tetap terarah kepada Ethan. Aliza tak sadar bahwa bukan hanya dirinya yang sedang ada di sana, tetapi juga Hana. Melihat Aliza yang sedang memperhatikan Ethan, Hana berdecih dalam hatinya. “Liza?” panggilnya membuat

