Keputusan Yang Salah

1904 Kata

Ethan masuk ke dalam bangunan itu bersama tiga orang Rustam yang mengantarkannya. Tidak di ruangan yang biasanya dipakai, Ethan dibawa ke lantai atas. Salah satu dari ketiga pria itu membuka salah satu pintu, lalu mengadahkan tangannya isyarat agar Ethan masuk. Tanpa rasa takut sedikit pun, Ethan masuk ke dalam ruangan itu. Di sana ada Aliza yang sedang duduk. Di depan Aliza, ada Sania yang sedang berdiri, melipat kedua tangan di dadanya. Wajah kedua wanita itu memang sama, tetapi gaya mimiknya yang berbeda. Ethan tidak perlu mendengar suaranya, ia sudah tahu mana Aliza dan mana Sania sekalipun kedua wanita itu bertukar tempat, Aliza yang bersikap seperti Sania, ataupun Sania yang memakai hijab dan pakaian yang tertutup. “Ethan.” Aliza bangkit dari duduknya, kakinya terlihat ingin mengh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN