Pagi-pagi sekali, Maura sudah duduk manis di kantin kampus. Itu juga dari permintaan sahabat tercintanya. Kiara memintanya untuk menunggu di kantin. Padahal biasanya mereka tidak seperti ini. Jika ada salah satu diantara mereka yang datang terlebih dahulu, pasti akan menempati tempat duduk tepat dibawah AC. Maklum saja, panasnya Jakarta itu bisa membuat tanaman gersang. "Dorr, lama ya nunggu gue nya?" Untung saja Maura tidak spontan melempari sahabatnya itu dengan botol sambal didepannya. Bukannya menjawab pertanyaan Kiara, Maura lebih memilih untuk menggeret sahabatnya itu memgantri di depan lift. Dan hal ini yang paling Maura malas, menunggu lift bersama dengan mahasiswa lainnya. Coba saja tadi dirinya tidak disuruh menunggu pasti sudah duduk manis dibawah AC. "Bete amat tuh muka

