♡Bagian 48♡

1035 Kata

Dari kejauhan, Nafisah melihat seorang wanita seperti sedang mengoles selai ke atas roti. Di lihat dari punggungnya, Nafisah tahu itu pasti adiknya. "Sendirian aja Ra?" tanya Nafisah seraya mengambil sehelai roti dan ikut mengoleskan selainya. "Kak," bukannya menjawab pertanyaan Nafisah, Maura lebih memilih memanggil kakaknya itu. Nafisah sontak menolehkan kepalanya, "Napa?" lamat-lamat dia memandang Maura, pagi ini adiknya itu terlihat berbeda. Kedua matanya sembab seperti habis menangis. "Ra, kamu nangis?" tanya Nafisah dengan tangannya yang mau menyentuh wajah Maura. Tapi dengan sigap, Maura menghentikan tangan kakaknya itu sebelum memegang wajahnya. "Bener Kak apa yang Kakak bilang," gumam Maura yang sudah mendudukan dirinya di kursi meja makan. Nafisah mengikuti Maura yang sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN