Om om marah marah

879 Kata
Pagi hari raya bangun lebih awal. Raya ber rencana untuk pergi ke luar. Hanya sekedar jalan jalan dan melihat lihat sekeliling sembari melihat siapa tau ada pekerjaan yang bisa dia lamar. " bi, aku pergi ya." pamit nya pada bibi yang sudah datang. " loh. Non mau ke mana pagi pagi begini?" " mau cari kerjaan bi. Belum tau kemana." ucap nya sembari memakai sepatu yang sudah nampak lusuh. " non raya sudah ijin belum sama tuan arga belum non? Nanti di cariin gimana?" " semalem om arga dari sini. Aku belom ijin si. Aku gak ada ponsel. Nanti deh aku beli. Biarin aja bi. Kayak nya hari ini om arga gak bakal ke sini juga." ucap raya dengan yakin. " yakin non? Nanti kalo tuan arga marah gimana bi? " " tenang bi. Nanti aku kasih obat biar gak marah marah. Lagian ngapain marah marah. Udah tua gak pantes marah marah." ucap raya cengengesan. " non raya nih bisa saja. Tapi emang obat biar gak marah apa non? " tanya bibi. " kepooooo.. Bye bibi. " raya berlari kecil meninggal kan apartment nya. Sementara bibi hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah konyol raya. **** Di tempat lain. Arga dan sarah kini sudah di toko sepatu dan tas. Sarah mengajak arga berbelanja kebutuhan nya. Arga hanya membuntuti anak nya yang tengah sibuk memilih ini dan itu. " pah. Bagus gak?" tanya sarah saat mencoba sepatu. Sarah berjalan ke sana kemari mencoba banyak sepatu. " iya bagus." jawab arga singkat padat dan jelas. Hingga waktu menjelang siang arga dan sarah masih sibuk berkeliling mall. Entah apa lagi yang akan di beli sarah. Arga hanya menuruti apa yang anak nya mau. " pah. Laper. Cari makan yuk." sarah memegangi perut nya yang seperti nya sudah kelaparan. " mau makan apa sayang?" tanya arga. " cari masakan padang aja pah. Aku lapar berat." " ya sudah ayok. Itu belok kanan kayak nya ada masakan padang." Setelah sampai di restaurant padang. Arga dan sarah memesan makanan mereka masing masing. Belum sempat arga memakan makanan nya tiba tiba arga merasa kebelet. " sayang kamu makan dulu an aja. Papah mau ke toilet sebentar. " " jangan lama lama pah. " Arga bergegas mencari toilet terdekat. Belum juga sampai pada tujuan nya arga seperti melihat siluet bayangan kekasih nya yang berjalan sendirian di mall itu Dengan rasa penasaran yang menggebu gebu. Arga melupakan desakan si bawah sana yang ingin segera di tuntas kan. Arga berlari kecil menghampiri gadis yang ia yakini itu adalah kekasih nya. " raya." panggil arga. Raya pun menoleh melihat laki laki yang memanggil nya. " om arga. Om ngapain di sini?" " kamu yang ngapain di sini? Kamu keluar gak ijin sama aku." Dengus arga yang tiba tiba merasa kesal karna raya tak meminta inin pada nya untuk keluar rumah. Namun, meski arga merasa kesal, arga tetao membelai lembut rambut raya. Memebenar kan rambut panjang raya ke belakan telinga nya. Raya sempat tertegun dengan perlakuan arga. Namun raya sadar ini di tempat umum. Sehingga raya menghentikan kegiatan arga yang masih membelai rambut nya. " ini tempat umum om." ucap raya sambil memegang tangan arga meminta arga untuk berhenti membelai nya. " emang kenapa kalau ini tempat umu.?" " om gak malu? Nanti di kira om om genit sama orang gimana?" " enak aja. Lagian genit sama kekasih sendiri kenapa gak boleh? " " emang aku udah bilang iya? Kyak nya om juga gak nanya apa aku mau jadi kekasih om atau enggak. " " aku tidak perlu bertanya. Aku memaksa. Pokok nya aku maksa kamu jadi kekasih aku. " Ucap arga yang kini menatap raya serius. " tau akh. Males bedebat sama orang tua. " " apa kamu bilang? Kamu bilang aku tua? " " ya emang om kan udah tua. Udah ah. Aku mau cari ponsel ini. Om lagi ngapain di sini.? " " aku lagi temenin anak aku belanja." " ya udah sana. Nanti di cari in lagi." " nanti kalau sudah beli ponsel harus langsung hubungin aku. Mengerti" " iya bawel. Bye om." raya berlari. Enggan berdebat dengan om om lagi. Arga ter kekeh melihat kelakuan konyol raya. Menggemas kan. Begitu menurut arga. Setelah melihat raya pergi menjauh arga segera ke toilet menuntas kan yang tertunda. **** Di panti kini ibu panti tengah duduk dengan tamu yang entah datang dari mana. Ada beberapa orang berpakaian rapih yang mendatangi panti. " maaf ini bapak dari mana dan ada tujuan apa ya pak?" tanya ibu panti sopan " saya dari jakarta bu. Ke sini atas utusan bos kami." " bos bapak siapa dan ada apa?" " bos kami namanya arga wijaya bu. Pemilik Dari perusahaan wijaya di jakarta bu. Tujuan kami datang ke sini untuk menyerah kan beberapa bantuan untuk panti ini. Dan bos kami berniat untuk menjadi donatur tetap untuk panti ini. " Ibu panti kaget. Kenapa bisa ada donatur dari jakarta tiba tiba begini. " maaf pak. Bapak serius kan pak? " " iya bu kami serius. " " alhamdulilah " ucap ibu panti merasa ber syukur. ***** " papah dari toilet apa dari stasiun si pah? Lama banget. Semebelit?" tanya sarah yang mersa heran dengan arga. " iya papah sembelit." ucap arga cengengesan. " aneh. " sarah melirik papah nya yang akhir akhir ini sering tersenyum aneh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN