"Sumpah ini enak banget, Jem." Fei memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya. "Lo cepet banget belajar, dari yang gak bisa bikin ceplok telor sekarang udah bisa jualan soto," kelakar Fei. Jemima juga tidak menyangka bisa membuat soto seenak ini. saking enaknya dia tambah lagi dan lagi. "Makasih ya, Fei. Semua karena lo. Besok-besok, gue masakin lagi, deh." Jemima mengumpulkan mangkuk kotor menjadi satu. Lalu memberikan segelas teh hangat kepada Fei. "Sayangnya gue harus pulang, Jem. Gak enak sama tetangga Lo ada tamu cowok malam malam." "Mau bungkus soto buat di rumah?" "Kayaknya gue langsung tidur karena kekenyangan, barusan loh dua mangkuk." Jemima mengitari meja dapur, lalu mengambil tas make up di atas kursi. Seperti biasa perempuan itu mengambil ikat rambut di dalamnya. "U

