"Jangan lupa bawa baju ekstra, Fei," pesan Pungkit dari ambang pintu. Setelah Jemima dan Randy berangkat kencan ala ala. Fei di kantor mendadak uring uringan. Untungnya sih, Pungkit itu adalah tipe manusia dewasa yang lumayan peka. Hanya Pungkit yang bisa membaca bahwa Fei memendam perasaan kepada Jemima tanpa harus diberi tahu. Bukan tidak tahu, Pungkit selalu melihat bagaimana Fei menatap Jemima. Bagaimana lelaki yang kini sedang ngacak ngacak lemari ini menikmati momen di mana rambutnya yang agak gondrong itu diikat oleh Jemima. Kalau tidak ada perasaan tidak mungkin mau, buktinya beberapa kali Wirda menawarkan diri untuk mengikat rambut Fei, dia tidak mau. Alasan sih takut dijahilin. Masuk akal sebenarnya, tapi Pungkit tetap mencari pembenaran bahwa Fei mencintai Jemima. "Lama amat

