Diam Diam Saling Membutuhkan

1788 Kata

"Jer, gue balik, ya?" pamit Fei. Jeremi yang tengah asik main game menyimpan gawainya, gak enak juga sebenarnya. Sejak beberapa menit yang lalu Fei dianggurin karena kembaran Jemima itu asik sekali dengan game. Namanya kerja kantoran dengan tekanan yang luar biasa membuat lelaki itu melepaskan penat dengan bermain game. "Buru buru amat, makan malam dulu, tadi Bunda masak banyak kayaknya." Jeremi enggak basa basi. Memang benar, Bunda Ratu masak banyak. "Gak apa apa, gue pulang aja, kebetulan ada pekerjaan yang harus dikerjakan." Jeremi akhirnya mengiyakan karena tidak bisa menahan Fei lama lama. Fei yang mengenakan sandal jepit berjalan melewati bebatuan kecil di sekitar jalan setapak menuju ke depan. Lelaki itu berniat untuk pamit kepada Bunda Ratu terlebih dahulu. Akan tetapi ketika s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN