Secangkir kopi tubruk dengan camilan kue burayot menemani Fei di teras rumah kediaman kedua orangtuanya. Sinar matahari pagi hangat membelai tubuhnya, rasanya sudah lama sekali Fei tidak merasakan suasana seperti ini. Rumahnya adalah rumah peninggalan Belanda, design dan bangunannya kokoh dengan gaya lama yang dipertahankan. Dapur dan rumah utama terpisah dihubungkan dengan lorong yang mirip seperti lorong di rumah sakit. Di depan dapur ada bangku setinggi enam puluh senti meter yang diberi alas tikar pandan. Di bangku itulah Fei duduk menikmati kicau burung dan kopi juga kudapannya. Tika duduk di ujung bangku sambil bikin adonan kue, dibantu oleh Mak Nah asisten rumah tangga yang sedang ngaleumpeuh atau melunakkan daun pisang dengan cara di bakar di atas kompor. Daun pisang yang akan

