Memoriam XXVI: Cinta Tak Selamanya Indah, Dik

1517 Kata

Adara sedang duduk saja di warung, menunggu pembeli datang. Tahta di dalam, berada di singgasananya. Sedang mengerjakan sesuatu di laptop. Haidar tidak ada di rumah. Karena sore-sore begini adalah waktunya sekolah agama islam. Adara terlihat melamun. Ia sebenarnya masih memikirkan perihal cutinya Tahta yang diperpanjang sampai akhir pekan. Padahal ini masih hari Rabu. Terhitung sejak hari ini, Tahta berarti sudah dan akan menggunakan jatah cutinya selama tiga hari. Sementara tahun ini saja ia sudah cukup sering cuti. Entah masih ada berapa lagi jatah hari cutinya. Entah masih ada, entah sudah habis Adara galau sekali. Kalau saja jatah cuti Tahta telah habis. Ia pasti akan makin jarang ke sini. Sebab perjalanan dari Bandung ke Kediri cukup melelahkan. Jika Tahta hanya di sini dua hari se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN