HETEROCHROMIA

1137 Kata

Iwan menyetir mobilnya menuju rumah, namun Dava terus menerus memegang mata sebelah kanannya. “Dav kita ke rumah sakit aja ya? Gue khawatir mata lo kenapa-kenapa,” ujar Iwan. “Iya deh, kayaknya mataku terasa sakit banget.” Iwan mengangguk dan mobil pun dibelokkan ke arah rumah sakit. Beruntung tidak banyak pasien yang mengantri. Dava masuk ke ruangan dokter, sementara Iwan menunggunya di ruang tunggu. Getaran benda pipih terasa di saku celana Iwan. Lelaki jangkung berambut keriting itu mengangkat teleponnya. “Assalamu'alaikum. Ada apa Teh?” tanya Iwan pada Yasmin yang rupanya meneleponnya. “Waalaikum salam. A Iwan, Pak Dava lagi sama kamu? Nomornya gak aktif.” Yasmin balik bertanya di seberang telepon. “Iya Teh, tadi tuh kita lagi lihat proyek bangunan tapi_” “Halo Yas?” Dava meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN