“Papi sudah rapi, mau ke mana?” tanya Rudy. Ia memindai tubuh ayahnya yang telah rapi memakai setelan kemeja dan jaket kulit berwarna cokelat tua, ditambah kaca mata hitam sebagai pelengkap. “Papi suntuk di rumah. Mau jalan-jalan keliling kota.” “Oh, oke. Kalau gitu, Rudy siapkan supir buat antar ya.” “Tidak usah. Enakan nyetir sendiri sambil dengerin musik jaman dulu. Nostalgia, saat mamamu masih ada.” Rudy menganggukkan kepala, ia mengikuti langkah ayahnya keluar kamar. “Hati-hati ya Pi.” “Ya. Assalamu'alaikum.” “Waalaikum salam,” jawab Rudy. Laili mendekat ke arah suaminya. “Papi mau ke mana?” tanya Laili. “Mau jalan-jalan katanya.” Wanita paruh baya itu menarik halus lengan suaminya, mengajaknya untuk duduk. “Pa. Aku khawatir soal nasib karir Dameer. Takutnya papi tiba-tib

