Cahaya mentari yang mengintip dari celah gorden kamar menyilaukan matanya membuat Nara mengerjapkan mata dan seketika matanya langsung mendapati wajah Rain yang masih terlelap tepat di depan wajahnya. Tampan sekali Dua kata itu yang muncul di benaknya ketika menatap Rain. Perlahan Nara mengulurkan tangannya meraba wajah Rain. Mulai dari alis tebal Rain, pipi yang di tumbuhi sedikit bulu-bulu kasar, rahang tegasnya, bibir merah alaminya, dan terakhir Nara menekan-nekan hidung Rain dengan telunjuknya sembari sesekali tertawa pelan. Tiba-tiba perlahan Rain membuka matanya, sontak Nara melotot dan menjauhkan tangan dari wajah Rain. "Kok kamu bangun sih?" Ucapnya sedikit gugup. "Bagaimana aku tidak bangun kalau kamu terus mengusik tidurku" Jawabnya tersenyum dengan suara seraknya khas ban

