BAB 6 DI TUMPANGI..

1008 Kata
"STOOPPP ALEXAA !!! " teriak raja diambang pintu keras..dengan mata tajam nya seketika membuat nyali Alexa menciut.. "Lo apa apaan sihh !!" raja mem bentak Alexa.. "guu--ggueee hanyaaa !!" Alexa tertunduk seakan bingung mencari alasan.. "pergi Lo dari sini " teriak raja yang berhasil membuat Alexa dan geng nya berlari kalang kabut.. "Lo ga papa kan ? " tanya raja menatap wajah Naura..mata nya berkaca kaca seakan menahan tangis.. "iya gue ga papa ". Naura mengangguk namun kembali menundukan kepalanya..tangan nya menyeka sudut mata nya.. "udaahh jangan sedih lagi " raja berusaha menenang kan nya.. "thanks " ucap Naura dan berlalu pergi meninggalkan raja yang masih di dalam ruangan kelas.. Naura berlari kecil menuju parkir ia mencoba menelpon ojek langganan yang biasa nya ia order..namun nomor bapak tersebut tak kunjung aktif.. "ohh shiitt" ayra memegang kening nya seakan bingung harus apa.. "ga mungkin gw nelpon ka Vito..kalau penyamaran gw ketahuan gw mana..aagghh " Naura yang merasa frustasi mencoba berdiri di tepi jalan..barang kali aja ojek yang lewat.. namun sudah 10 menit ia berdiri disana Taka da satu pun ojek yang melintas.. "aduuhh gw pulang gimanaa " rengek nya sembari mondar mandir.. dari kejauhan raja menatap Naura yang sedang mondar mandir tak jelas.. "belum pulang juga tu bocah " raut wajah raja menjadi heran..ia langsung menaiki motor ninja milik nya.. "tiinnn !! "astafirllah " Naura tersentak kaget dan langsung menepi..tangan nya memegang d**a nnya karena terkejut oleh ulah raja.. "pulang sama siapa ? " raja membuka helem nya menatap Naura.. Naura yang Kik kuk segera membenarkan Tenggeran kacamata nya.. "adaa..nanti yang jemput " Naura berucap Kik kuk.. "ohh oke " lirih raja mengangguk kan kepala nya.. "vroomm.. "vromm !! "gw duluan !!" teriak Gibran menaikan satu tangan nya.. "huhh" Naura menghela nafas lega.. "kenapa sih tu orang sok baik amat..kemarin ngejahilin gw Mulu " Naura berdecak sebal ..tangan nya memegang kedua tali tas..celingak celinguk kekiri dan ke kanan barang kali saat ini ada mas ojek yang lewat.. "aduhh gimana ?? ..udah satu jam gw disini " ayra meberlri kecil di tempat..raut wajah nya berubah menjadi cemas.. "Tinn!! "lohh tu anak kok balik lagi " Naura menatap raja yang memberentikan motor di depan nya.. "hayo naik..gw anterin Lo pulang .." raja kembali membuka kaca helm nya sembari menatap Naura.. "dihh .." gumam Naura menatap raja.. "cepetan ..panass nihh " lirih raja..padahal ia mengenakan jaket dan helm.. kalau gw dianter raja..bisa bisa terbongkar penyamaran gw..aduh gimana dong.. "eemm gw naik ojek ajaa " lirih nya.. "ehh cupuu ..!!.. gaa ada ojek yang lwat sini..udah cepetan naik" titah raja yang memaksa.. apa iya ?? tapi emang sih dari tadi gw nungguin ga ada ojek yang lewat .. "yaudah deh " lirih Naura yang segera menaiki jok motor.. "pegangan " ucap raja sembari menutup kaca helm nya.. "ehh ?? " Naura mengangkat alis nya seakan bingung.. "vromm !!! motor melaju dengan kecepatan sedang..Naura hanya berani memegang jaket milik raja saja.. "eehh cupuuu..rumah Lo dimana ? " tanya raja bingung.. ayoo raa..cari alasann ?? "eemmm..berhentii gw di bundaran itu aja " mata Naura melihat ojek yang mangkal disana lokasi yang tak jauh dari rumah nya.. "rumah Lo yang papan itu ? " tanya raja heran.. "heemm iyaa..brentiin aja gw disana " ucap Naura asal.. "sssrreeggggggggggg "bbugghhh "awwwww tubuh ayra memeluk tubuh raja..raja yang merasakan sesuatu membulat kan mata nya..dan menjadi Kik kuk sendiri.. "eehh loo kalau bawa motor hati hati dong " omel Naura yang terkejut.. sedangkan raja hanya terdiam kala mengingat kejadian tadi.. "eehh jangan salahin gw dia noh yang salah..ngerem mendadak ," raja melawan tak ingin disalah kan.. "yaa sama aja Lo jugaa " Naura berdecak sebal.. "udah bagus di tumpangi " gumam raja yang terdengar oleh Naura.. "looo bilang apa haahh ?? ya sudahhh gw juga gaa akan pernah mau naik motor sama Lo lagi..sekali pun Lo meminta " gertak Naura yang sebal .. "turunin gw disini " teriak Naura .. "hitttttttt... "nahh turun loo !!" titah Gibran Tampa membuka kaca helm nya.. "nihh ongkos nyaa..terimakasih..pergi loo dari sini " Naura berdecap sembal..kaki nya melangkah menghentak.. "Lo kira gw tukang ojek ?? gw masih mampu buat beli minyak moto !!" raja menolak pemberian Naura.. "setelah mau Lo terima atau engga gw ga peduli " lirih Naura wajah nya berubah masam tangan nya sibuk memebenar kan kaca nya.. Naura berjalan menuju trotoar meninggal kan Raja yang sedang terdiam menatap kepergian Naura.. "dasar keras kepala " gumam nya sembari melajukan kendaraan nya.. Naura membalikan tubuh menatap masih adakah raja di sana atau tidak.. "huhh..syukurlah " Naura menghela nafas lega.. "pakk..paakk..ojekk !!" Naura melambaikan tangan nya memberhentikan angkutan umum yang lewat.. "iya neng..mau kemana ? ini helm nya kenalan dulu" tanya bapak itu heran.. "ke perumahan Hana Wijaya pak " lirih Naura sembari mengenakan helm yang di berikan oleh bapak Ter sebut.. Naura menaiki jok motor ..bapak tersebut dengan pelan nya mengantar Naura menuju alamat .. "ini kan perumahan mewah neng ..bapak ga bisa masuk kesini ..ga bisa nganter kamu sampai dalam ," lirih bapak itu seketika memberhentikan motor nya.. "lohh kenapa paakk ? " Naura yang memiliki perumahan elite ini pun tak mengetahui bahwa ojek biasa tak boleh masuk kecuali ojek grab yang biasa nya ngantar Naura.. "bapak orang biasa neng..ojek ga bisa masuk kecuali ada kartu disini " bapak itu menjelas kan ... Oalah pantas saja mas grab langganan nya harus meminta keterangan bahkan kartu nama buat masuk kesini.. "oowwhh gituu..yaudah pak ga papa masuk ajaa " lirih Naura sembari memegang pundak bapak itu... "beneran ini neng ? " tanya bapak itu memastikan.. "iya pak beneran " Naura mengangguk seraya membenarkan ucapan nya.. ",stopp!!" pak satpam penjaga memberhentikan kendaraan yang di tumpangi Naura.. "tuh kan neng " lirih bapak itu tampak cemas.. "ini pak kartu saya..kami mau masuk " Naura memberi kan id card nya ke arah penjaga ..yang langsung di sambut baik..namun raut wajah penjaga seketika langsung berubah .. di saat melihat nama yang tertera di id card tersebut.. "lohh neng Hana ..tapi kok ga mirip ?" para satpam menatap foto Naura yang ada di id card dan yang asli nya..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN