Kakak

1024 Kata

Kini Anisa dan Alex tengah duduk di sebuah ruangan di lapas tempat Marcel di tahan. "Alex, ada apa?" tanya Marcel saat ia sudah duduk di hadapan mereka. "Istriku ingin bertemu denganmu." "Istrimu?" Marcel menatap Anisa lekat. "Kenapa dia menangis?" "Hah?" Alex menoleh menatap Anisa yang kini sudah berurai air mata entah sejak kapan. "Apa kau menangis karena aku dulu hampir membunuhmu? Maafkan aku, ya," ucap Marcel sambil menatap serius. Anisa menggelengkan kepalanya. Ia masih menangis sesenggukan di harapan dua pria yang ia sayangi itu. "Alex, kenapa dia menangis?" Marcel semakin kebingungan. "Huaaaaaa." Tangisan Anisa semakin pecah saat itu juga. Membuat dua pria itu semakin kebingungan. "Sayang, kenapa kau menangis? Apa kau menyesal bertemu dengannya? Sudah aku bilang wajahnya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN