Satu Kamar

1697 Kata

"Lupakan soal keran di kamar mu. Mulai hari ini, tidurlah di kamarku." Anisa terkejut mendengar penuturan Alex. Ia hanya bisa diam dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Kenapa? Kau tidak suka? Kau keberatan?" Alex menyilangkan tangannya di d**a. "Tidak, Tuan. Saya setuju. Saya akan memindahkan barang-barang saya dulu." Anisa hendak pergi ke kamarnya. Namun Alex segera menahan tangannya. "Biar pelayan yang melakukannya. Aku tidak mau kulit halus dan lembut ini menjadi kasar." Alex mencium telapak tangan Anisa dan merasakan harumnya. "Aku telah menghabiskan banyak uang agar kau tetap cantik. Jangan pernah membuat kulitmu rusak, mengerti?!" Alex menatapnya dengan tajam. Anisa tidak tahu harus apa. Di satu sisi, ia merasa gugup diperlakukan seperti itu. Namun di sisi lain, i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN