Alwa menatap Fahri penuh tanya dengan air mata yang tak kunjung berhenti. "Udah dong, Sayang, jangan nangis! Nanti make up nya luntur gimana? Hahaha." Alwa mencubit pipi Fahri gemas. "Sebenarnya apa yang terjadi di belakang aku?" "Sebenernya, aku di Flores cuma satu minggu lebih dua hari. Sisanya, aku nyamperin orangtua kamu dan meminta restu mereka buat menikahi anaknya." "Ihhh kepedean! Kayak yang akunya mau aja?" kata Alwa jahil. "Jadi nggak mau?" Air wajah Fahri tampak kecewa setelah mendengar pengutaraan Alwa. "Hihihi bercanda, Sayang. Aku mau kok." Fahri terkekeh geli dan memeluk Alwa dengan sayangnya. "Dasar jahil. Tapi emang mau apa? Kan aku belom lamar kamu." "Oiya lupa!" Dengan kesal, Alwa menempaskan tangan Fahri yang melingkari pinggangnya. Hendak menjauh namun Fahri

