Bab 9

1499 Kata
Pagi ini Azka bersiap untuk pergi ke sekolah namun sebelum berangkat dia menyempatkan untuk menikmati secangkir kopi terlebih dahulu dan sebatang rokok di balkon kamar nya. Setelah berasa selesai azka pun turun kebawah untuk bergegas ke sekolah. "Ma aku pamit dulu!" seru Azka. "Ini mama udah buatin roti tawar dan s**u buat kamu," ujar mama Azka. "Iya ma," balas Azka Kemudian mengambil roti nya dan memakannya. "Yaudah ma aku pamit dulu ya udah siang nih assalamualaikum!" pamit Azka. "Waalaikumussalam susunya gak diminum dulu ka?" seru mama Azka. "Gak ma Azka tadi udah minum kopi!" balas Azka kemudian menghilangkan dibalik pintu. Lalu menuju ke garasi untuk mengambil motornya! setelah itu motor kesayangan Azka melaju membelah jalanan kota Jakarta. Tak lama kemudian motor Azka sudah sampai diparkiran. Tak lama kemudian sebuah mobil milik Kayla telah tiba disekolah lalu parkir disebelah motor Azka. "Eh Lo!" seru Kayla Kepada Azka lalu keluar dari mobil. Azka pun hanya menanggapi dengan cuek lalu hendak turun dari motor nya dan pergi. "Tunggu bentar gue mau ngomong sama Lo!" seru kayla sambil menahan tangan Azka. "Lepasin kalau mau ngomong tinggal ngomong," ujar Azka dingin sembari menghempaskan tangan Kayla. "Ih santai Napa sih" kesal Kayla. "Jadi ngomong gak? Gue mau pergi Gue ada urusan!" ujar Azka. "Iya-iya jadi tunggu bentar napa, sebenarnya gue kesini cuman mau berterima kasih sama Lo dan ngasih Lo ini gue gak mau punya hutang Budi sama Lo!" seru kayla sambil menyodorkan sebuah uang. "Gak perlu gue kemarin udah bilang kan," balas Azka. "Tapi gue gak mau punya hutang Budi sama Lo, tau Lo mau apa tinggal bilang aja nanti gue kasih," seru Kayla. "Gak jelas!" seru Azka lalu pergi meninggalkan kayla diparkiran. "Ih kok ada ya cowok macam dia untung gue sabar!" kesal Kayla kemudian berjalan menuju ke kelas nya. "Hay Kay tumben kok muka Lo cemberut aja? Emang ada apa sih?" Tanya bela. "Tuh orang bikin gue emosi aja untung gue sabar," balas kayla. "Tuh orang siapa kay yang Lo maksud?" tanya Sarah. "Kakak kelas tuh," balas Kayla. "Kakak kelas yang nyiram Lo di kantin itu?" Tanya bela. "Bukan itu tapi yang namanya Rafka zaka atau siapa tuh gak tau gue," seru kayla. "Siapa sih Kay kok gue jadi kepo!" ujar Sarah. "Itu Lo yang katanya most wanted sekolah yang katanya jago basket nakal juga," seru kayla. "Maksud Lo Azka? Cowok dingin tapi ganteng itu?" Ucap bela terkejut. "Maybe tapi orangnya biasa aja kok pada bilang ganteng sih," ujar Kayla jijik. "Lo min kali ya Kay coba mata Lo diperiksa ke dokter dulu orang dia ganteng kayak gitu kok dibilang biasa aja mana ganteng nya sebelah dua belas sama pacar gue ya artis yang ganteng di televisi itu," balas bela mengkhayal. "Hoax apa yang lu bilang tadi? Gak salah denger gue? Bukannya kebalik kali dia yang pacar gue lagian mana ada coba dia kok disamain sama artis yang ganteng itu, ya beda jauh la masih ganteng artis itu," seru kayla. "Serah Lo deh Kay eh bentar Kay jangan-jangan waktu Lo dilabrak sama kakak kelas yang bernama Yasmine waktu di kantin itu ada sangkut pautnya sama kak Azka? Soalnya disekolah ini kan udah pada tau bahwa kak Yasmine itu cinta mati sama kak Azka dan segala cara akan dia lakukan untuk mendapatkan kak Azka walaupun udah berulang kali kalau dia udah ditolak mentah-mentah sama kak Azka," ujar Sarah. "Maybe tapi gue gak ada niatan tuh buat deketin cowok tengil itu kakak kelas aja yang sok berlebihan lagian gue juga ogah sama cowok dingin tengil kek dia!" seru kayla. "Yakin kau hati-hati Lo benci bisa jadi cewek cinta," ucap Sarah. "Dih amit-amit kali ya!" ujar Kayla. "Iya lah aamiin aja ya bel," seru Sarah. "Iya deh Sar!" balas bela. "Apaan sih kalian gak jelas banget," kesal Kayla sambil membuka buku paket nya. "Hahahaha," bela dan Sarah pun tertawa puas. Azka sedang bermain game bersama teman-teman nya didalam kelas sambil menunggu bel masuk berbunyi. "Bro- bro awas minggir Lo nanti punya gue mati" seru Dimas sambil memainkan game di hp nya. "Ih apaan Lo aja yang minggir gue udah mau menang!" balas Azka. "Ih kan punya gue mati," seru dimas. "Kasian nih lihat punya gue udah naik level aja," pamer Roni pada dimas. "Awas aja ntar gue bales Lo!" ujar Dimas. "Gak takut tuh gue," balas Roni namun tak lama kemudian tiba-tiba ada salah satu murid yang tak dikenal siapa namanya masuk dan menghampiri mereka. "Maaf permisi kak saya disuruh sama pak Haidar (kepala sekolah) untuk memanggil kak Azka dan kak kayla tapi tadi saya udah menyampaikan kepada kak kayla, dan Sekarang kak Azka disuruh menemui pak Haidar diruang kepala sekolah!" pinta murid tersebut. "Ka itu Lo dipanggil kepala sekolah sama adek kelas yang bernama Kayla itu, emang nya Lo berbuat ulah apa lagi sih?" seru Dimas menyenggol lengan Azka. "Hah?" Tanya Azka tak mengerti. "Itu Lo dipanggil kepala sekolah sama kayla disuruh menghadap!" ujar Azka mengulang lagi. "Emang ada apa?" Tanya Azka. "La mana gue tau kan Lo yang dipanggil udah Sono aja dari pada nanti kena marah," seru dimas. "Iya ka Sono temui aja," ucap Roni. "Yaudah gue ke sana," ucap Azka kemudian pergi. "Eh yaudah kalau gitu kak saya permisi dulu," pamit murid tersebut. "Eh iya dek makasih ya atas infonya tadi," ujar Dimas. "O iya kak sama-sama," balas adek kelas lalu pergi. Kayla yang tadi lagi fokus membaca buku paket nya tiba-tiba mendapat info untuk menghadap kepala sekolah dan itu membuat nya panik, kalau di pikir-pikir dia tidak melakukan kesalahan apapun tapi kenapa dia harus menemui kepala sekolah itu juga membuat Kayla takut karna jika dia dapat hukuman lagi maka dia juga akan membuat ayah nya marah. "Ada apa sih sebenarnya kok gue jadi deg-degan gini! kayaknya gue gak melakukan kesalahan deh," seru Kayla sembari berjalan menuju ruang kepala sekolah. Namun karena dia tidak fokus tiba-tiba dia menabrak seseorang. Brakkkk "Aduh sakit!" seru Kayla memegang lututnya. "Makanya kalau jalan pake mata!" ujar seseorang. "Eh elo ngapain sih Lo nongol tiba-tiba! bikin gue jatuh kan tolongin kek!" seru kayla kemudian berusaha untuk berdiri. "Berdiri sendiri bisa kan? Emang ya kalau cewek itu gak pernah mau disalahin dia yang salah tapi malah nyalahin orang lain!" ucap Azka. "Ih biarin eh gue denger Lo juga dipanggil sama kepala sekolah?" ujar Kayla. "Ehem," balas Azka dingin. "Ada apa sih emang nya kok gue juga dipanggil?" seru kayla penasaran. "Mana gue tau," ucap Azka lalu pergi meninggalkan kayla. "Sabar Kay sabar kalau gak sabar udah gue bikin geprek Lo!" kesal Kayla lalu menyusul Azka ke ruang kepala sekolah. Setelah sampai disana Azka pun masuk terlebih dahulu kemudian disusul dengan Kayla. "Assalamualaikum pak!" ujar Azka. "Waalaikumussalam silahkan masuk!" jawab kepala sekolah. Setelah itu Azka dan Kayla masuk. "Oh kalian silahkan duduk dulu," ucap kepala sekolah. "Baik pak," seru mereka. "Jadi gini saya memanggil kalian disini karena saya ingin meminta Kayla untuk menjadi tutor Azka, karena saya tahu jika Kayla adalah salah satu murid yang ada disini yang mempunyai banyak prestasi di bidang akademi ini semua saya lakukan karna melihat progres nilai Azka yang semakin hari semakin menurun dan sebentar lagi juga ujian sudah dimulai . Saya harap kalian berdua menyetujui nya terutama kamu Azka saya harap kamu mau karena ini salah satu cara agar nilai kamu bisa naik lagian semua guru juga udah pasrah pada kamu! ya walaupun saya tau kamu juga berprestasi dalam non akademik tapi itu semua tidak menjamin kamu bisa lulus karena kelulusan ditentukan dengan ujian," seru kepala sekolah panjang lebar. "Tapi pak kenapa harus saya kan masih banyak murid lain yang lebih pintar dari saya," ujar Kayla. "Iya pak gak ada murid lain apa selain dia?" protes azka. "Ini semua udah menjadi keputusan mutlak dan gak bisa dirubah! jika kalian tidak mau maka untuk Azka saya tidak bisa menjamin kamu bisa lulus dan untuk kamu Kay nanti nilai kamu bisa jadi taruhan nya," ujar kepala sekolah. "Kok gitu sih pak kenapa harus bawa-bawa nilai saya? kan ini gak ada sangkut pautnya," seru kayla. "Maaf Kay tapi ini udah keputusan bersama sama harap kamu mau," pinta kepala sekolah. "Iya deh pak," balas kayla menerima walaupun sebenarnya dia tidak mau tapi jika kayla tetap protes itu juga akan sia-sia karna itu sudah menjadi keputusan mutlak toh ini juga bisa menjadi balas Budi kepada as Azka karna telah menolong nya dan biar dia tidak mempunyai hutang Budi kepada Azka. Begitu pun dengan Azka dia akhirnya menerima karna jika dia tidak lulus pasti mamanya akan sedih dan azka tidak mau akan hal itu. "Oke sekarang kalian boleh pergi dan untuk jadwal bimbel nya ini," seru kepala sekolah sambil menyodorkan sebuah kertas jadwal belajar. "Baik pak kalau begitu terimakasih permisi," balas mereka lalu keluar dari ruangan itu. "Eh jangan GR dulu gue mau jadi tutor Lo karena sebagai rasa balas Budi karna Lo kemarin udah nolong gue jadi sekarang impas!" seru kayla kepada Azka. "Serah Lo!" balas azka kemudian pergi. "Ih bener-bener ya itu anak bikin emosi Mulu mana besok harus sering ketemu sama dia lagi bisa-bisa gue darah tinggi," ujar Kayla kemudian pergi menuju ke kelas nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN