BAB 47

1096 Kata

Setelah kejadian itu Estefanía tampak tak semangat. Anak itu terus melamun. Bahkan saat di dalam pusat perbelanjaan pun Estefanía tampak tidak b*******h. Dia lebih sering diam seperti sedang memikirkan sesuatu. Seperti saat ini, Estefanía hanya diam di dalam mobil menuju perjalanan pulang. "Kau masih memikirkan kejadian tadi?" tanya Lionello merasa tidak nyaman melihat sikap Estefanía. "Señor barba gruesa orang yang baik. Dia tidak memiliki tempat tinggal. Bagaimana dia akan tinggal setelah tertabrak? Pasti saat ini señor barba gruesa sedang kesakitan," gumam Estefanía lalu menundukkan kepala. Lionello menarik napas panjang. "Kau ingin mencarinya?" tanyanya. "Apa boleh?" "Ayo, kita akan mencarinya," ucap Lionello membuat Estefanía menghela napas lega. "Ya, Papá," sahutnya. Li

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN