Estefanía mematung mendengarkan obrolan orang dewasa tersebut. Dia tidak berbicara atau memanggil mereka seolah tidak ingin mengganggu. Sampai akhirnya Estefanía menundukkan tatapannya, merasa bersalah pada ayahnya karena sudah berusaha membuat Lionello dekat dengan Lucinda. Ya. Yang dikatakan Nieve memang benar. Dirinya takut jika Lionello menyukai Matilde. Sehingga saat nama Lucinda terlintas begitu saja di dalam benak saat berdoa pada Tuhan, Estefanía sangat semangat menyusun rencana agar Lionello dan Lucinda menjadi dekat. Tetapi sekarang setelah tahu perasaan ayahnya pada Lucinda dan tahu sikap ramah sang ayah pada Matilde hanya didasarkan rasa sopan, perasaan bersalah memukul hatinya. "Este? Sejak kapan kau berdiri di sana?" Estefanía tertegun mendengar pertanyaan Nieve. Dia

