Akan ada hari di mana aku melepaskan semuanya demi mendapatkan kamu seorang. Sedikit waspada, Renata berusaha menutupi wajahnya agar tidak dikenali orang lain. Meski orang-orang di sekitarnya seakan tidak peduli, namun tetap saja Renata tidak percaya begitu saja dengan orang lain. Kadang banyak wartawan mendapatkan info dari para netijen yang membencinya. Walau kini mereka sangat jauh dari negara di mana Leon menjadi presidennya, tapi bukan tidak mungkin jika ada orang biasa yang mengenali mereka. "Kenapa kita harus makan di tempat umum?" Bisik Renata. Leon menaikkan kedua alis hitamnya tinggi-tinggi. Dia melirik ke sekitar. Restauran sederhana ini memang penuh pengunjung. Tapi tidak ada satu orang pun yang melirik ke arah mereka. "Terus kita harus makan di mana?" "Pak, kamu itu..."

