Jika memang sudah tidak ada harapan Bukankah kita hanya perlu menunggu keputusan-Nya? ~Carlista Rona~ Hari ini Lista tengah duduk di kursi teras sambil menikmati udara segar di pagi hari. Rizal sudah berangkat kerja, tanpa pamitan dengannya. Lista kini tidak bisa mencium tangannya lagi. Tapi tidak apa-apa. Lista tidak akan memaksakan keinginannya lagi. Biarlah suaminya bertindak sesuai keinginannya sendiri. Suara wanita itu menyadarkan dia betapa terganggunya Rizal dengan keberadaannya. Jadi lebih baik Lista bertindak seperti orang yang menumpang di rumahnya, tidak perlu ikut campur dengan urusannya lagi. “Kak Lista!” “Lista!” Lista tersenyum lebar saat mendengar dua suara memanggil namanya dengan sangat keras. Padahal tidak perlu sekeras itu dia juga pasti dengar. Dasar mereka meman

