Surat Perpisahan (END)

1163 Kata

Andai uang bisa ditukar dengan nyawaAku rela menjual semua hartaku agar bisa mengukir kenangan bersamamu lagi~Rizal Pahlevi~ Setelah proses pemakaman istrinya selesai, Rizal berjalan menuju kamarnya. Saat dia membuka pintu, pemandangan yang dia lihat hanyalah kamarnya yang kosong tanpa penghuni. Air matanya menetes lagi. Kesedihannya saat ini melebihi kesedihannya saat kehilangan Raina. Rizal menutup pintu kamarnya, setelah itu dia menguncinya. Rizal butuh waktu sendiri. Rizal pun berjalan menuju kasurnya dengan sempoyongan. Setelah sampai di kasur, dia langsung memeluk jilbab istrinya yang tergeletak di sana. Sekarang dia tidak punya teman tidur, dia tidak bisa memeluk Lista lagi. Rizal pun menangis tersedu-sedu. Walaupun Lista melarangnya untuk tidak bersedih lama-lama, dia tidak bisa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN