Pada akhirnya hatimu bukanlah mainan yang bisa kubentuk sesuka hati Jadi aku hanya bisa menerima perlakuanmu dengan ikhlas ~Carlista Rona~ “Aku berangkat dulu.” Lista yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung tersenyum saat mendengar kalimat itu. Rizal sudah mau bicara dengannya tanpa harus ditanya. Bahkan suaminya itu baru saja berpamitan berangkat kerja untuk pertama kalinya. Lista menghentikan senyumnya, tiba-tiba dia teringat keinginannya yang belum tercapai. Mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mengutarakan keinginannya pada suaminya itu. “Zal, boleh aku minta sesuatu?” tanyanya hati-hati. “Apa?” “Kalau aku cium tangan kamu setiap berangkat dan pulang kerja boleh? Aku pengin belajar jadi istri yang baik. Ya walaupun sampai kapan pun aku nggak bisa.” Rizal tidak memba

