Lala terbaring di atas ranjang kamarnya. Sembari memandangi langit-langit kamar, wanita itu mengingat kembali apa yang diucapkan oleh Aldo tadi. "Kamu pikir kenapa aku mau jauh-jauh dateng ke sini buat ngaku jadi pacarmu? Nggak peka banget! Aku beneran suka sama kamu tahu." Deg! Tiba-tiba saja jantung Lala melompat-lompat. Gadis itu menggeleng dengan keras lalu menendang-nendang selimut. Gila! Itu pasti bercandaan aja. Nggak mungkinlah setan kecil itu serius. Dia kan emang playboy, tukang PHP orang. Mana ngomongnya di kakus begitu. "Inget umur, La! Inget umur! Jangan kegeeran!" Lala menggumam dan memperingatkan dirinya sendiri. Tapi seandainya itu serius gimana ya? Apa dia dan Aldo bakal pacaran nantinya? Kok jadi kayak novel-novel receh di w*****d sih. Diam-diam Lala jadi membayangka

