Gadis berparas ayu dan memiliki nama panggilan yang sama dengan kekasihnya itu, membuat Soni merasa tak nyaman. Ia hanya tak ingin memiliki hutang budi, memberikan sedikit upah yang menurutnya pantas. Namun, gadis di depannya menolaknya terus-menerus. "Aku punya hutang sama kalian semua, dan hutang itu nggak akan bisa aku bayar selamanya. Apa salahnya aku bantu kalian seperti tadi?" ucap gadis itu dengan tatapan matanya yang terlihat sendu. Ada rasa kecewa di dalam hatinya, karena niat baiknya tak diterima dengan baik oleh Soni. Serta rasa sakit hati karena ia merasa sudah kehilangan sesuatu, di mana Soni ternyata adalah kekasih Lusi. Lusi muda itu ingin menyalahkan dirinya sendiri karena sejak awal ia tak menyadari hal itu, kedekatan Lusi dan Soni sebagai sepasang kekasih. Sejak hari

