Mengobrol or bergosip?

1302 Kata
Haii guys maaf ya baru bisa up lagi,karna kemarin author lagi sibuk jadi ga sempat buat up. Tapi sekarang udah up and Thankyou yang masih setia nungguin eps selanjutnya. Happy Reading:) "Susah juga mencari kerjaan disini,padahalkan melamar jadi pelayan cafe tapi tidak ada yang mau menerimaku." "Hufftt...padahal aku sangat bosan trus di apartemen,mau kuliah aku sudah selelsei." Sudan 6 cafe miranda datangi untuk melamar sebagai pelayan,namun.Sedari tadi tidak ada yang menerimanya karna tidak ada lowongan kerja dari cafe-cafe tersebut. Sekarang ia sedang istirahat disalah satu cafe yang tak jauh dari apartemennya dengan segelas ice coffe capucinonya. Ting! Pintu cafe itu terbuka dan masuklah seseorang berjas hitam dengan tubuh profosionalnya,namun yang membuat miranda bingung adalah seseorang yang dibelakang berjas hitam itu. "Kak kelvin?"gumam miranda pelan sambil memandangi kelvin yang tak jauh dari mejanya. "Tunggu! Itukan mafia b******k itu?"gumamnya kembali,namun tak lama ia mengalihkan pandangannya pada luar jendela cafe itu agar tak bertemu dengan marchell. "Wow,senang bertemu denganmu kembali,nona."sapa marchell pada miranda. "Hm...kau rupanya,senang bertemu denganmu juga."jawab miranda dan langsung bangun dari tempat duduknya dan akan pergi meninggalkan marchell.Namun belum sampai melangkah marchell sudah mencengkal lengannya. "Apa kita bisa mengobrol dulu nona?"tanya marchell yang masih memegang lengan miranda. Miranda menatap lengannya yang dipegang oleh marchell namun cepat ia tepis dan melanjutkan langkahnya tapi gagal lagi karna marchell langsung berkata. "Rupanya kau butuh pekerjaan? Aku akan memberimu pekerjaan nona.Jika kau berminat?"tanya marchell langsung dan langsung membuat miranda menoleh kebelakang,menelisik marchell yang benar atau tidak ia akan memberinya pekerjaan. 'pekerjaan apa? Ikut bergabung di kelompok mafianya? Oh tidak-tidak! Lebih baik aku mati bosan di apartemenku daripada aku bekerja menjadi kelompok mafia'batin miranda,masih dengan menatap marchell. "Tapi rupanya kau tidak berminat,baiklah tidak apa-apa.Aku tidak akan memaksamu juga."Ucap marchell. Miranda yang mendegar ucapan marchell langsung mendekati meja tempat duduk marchell. "Pekerjaan apa? Bergabung dikelompok mafia mu? Tidak! Lebih baik aku mengurung diri diapartemenku!." Seketika marchell langsung mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan miranda. "Jika kau berminat? Aku dengan senang hari menerimamu"tawar marchell. "Tidak! Terimakasih!"Tolak miranda tegas. "Bagaimana kalau kau duduk dulu? Apa kau tidak diajarkan sopan santun?" "Sudah cepat katakan! Pekerjaan apa?" "Rupanya kau suka yang cepat ya nona?"goda marchell dan langsung membuat miranda salah tingkah,ia mengerti maksud ucapan marchell. "Aku tidak punya waktu banyak untuk mengobrol dengan orang yang tidak penting!"jawab miranda. "Baiklah,aku hanya ingin menawarimu sebagai pelayan yang mau menemani calon istriku yang baru saja sembuh dan sadar dari komanya,tapi kau tenang saja kau tidak perlu melakukan apa-apa.Hanya menemaninya mengobrol." "Mengobrol?"tanya miranda yang sambil mengerutkan keningnya. "Iya,kau hanya menemaninya mengobrol saja,tapi kalau kau berminat kalau tidak aku tidak memaksamu."jawab marchell. "Hanya mengobrol saja? Aku tidak suka bergosip! Lebih baik aku menonton drakor dari pada bergosip yang tidak jelas!"Tolak miranda acuh. "Siapa yang menyuruhmu bergosip? Aku hanya menyuruhmu menemaninya mengobrol saja tidak bergosip! Bodoh!"jawab marchell kesal. "Hei! Aku tidak bodoh! Aku ini lulusan universitas ternama ya"tolak miranda dikatai bodoh oleh marchell. "Terserah! Sekarang kau mau atau tidak? Aku tidak ada waktu untuk berbicara dengan wanita bodoh sepertimu!" "Ck! Baiklah aku menerimanya tapi apa aku pulang pergi? Kasian apartemenku tidak ada yang menempati."jawab miranda dan menerima tawaran marchell namun ia bertanya apa ia boleh pulang atau tidak jika pekerjaan sudah selesai. "Tidak! Jarak mansion dan apartemenmu sangat jauh,jadi kau akan tinggal dimansion ku saja."tolak marchell melarang miranda untuk pulang pergi karna sudah tau jarak apartemen dan mansionnya sangat jauh. "Hufftt...lalu bagaimana apartemenku,tidak ada yang menempatinya."miranda menghela nafasnya kasar dan kepikiran dengan apartemennya yang belum sebulan diberika oleh kelvin tapi sekarang ia akan tinggalkan apartemen itu. "Urusanmu! Kalau kau memang mau,besok asistenku akan menjemputmu di apartemenmu jam 09:00 tepat tidak boleh telat!"Peringat marchell. "Belum saja aku mulai bekerja,tapi kau sudah memerintahku se enaknya saja!"jawab miranda kesal. "Itu sudah bagian dari tugas untukmu! Dan aku tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu!" "Baiklah,aku capek.Kalau begitu saya pamit tuan."ucap miranda dengan embel tuan pada marchell tanda ia menerima marchell menjadi atasannya,jujur sebenarnya ia sangat kesal dengan marchel tapi mau tidak mau ia menerima tawaran marchell. Lalu miranda pergi meninggalkan marchell sendiri,namun belum sampai dipintu keluar ia bertemu dengan kelvin. "Kak?"pangill miranda pelan. "Sssttt...kamu pergi sekarang,nanti saja bertanyanya ya."jawab kelvin sambil menutup bibir miranda dengan telunjuknya dan membukakan miranda pintu keluar dan mendorongnya pelan agar miranda keluar. Miranda hanya menurut dengan wajah bingungnya melihat tingkah kelvin,tapi ia tak mau ambil pusing,toh kelvin sudah berkata kalau ia boleh bertanya nanti tapi entah nanti kapan.Penting sekarang balik ke apartemen dan istirahat,pikirnya lalu jalan menuju apartemennya yang tak jauh dari cafe itu. **** "Apa ada masalah dengan gadis itu tuan?"tanya kelvin pada marchell yang saat ini berada dimobil dan akan menuju mansion marchell. "Tidak,aku hanya sedikit mengobrol dengannya."jawab marchell tapi tidak mengatakan kalau ia memberikan miranda pekerjaan. Kelvin hanya menganggukan kepalanya bertanda ia mengerti dan mulai fokus mengendarai mobilnya kembali. "Aku akan mengalihkan semua pekerjaan padamu."ucap marchell kembali. "Baik tuan,tapi ada apa tuan? Apa anda ada masalah?"tanya kelvin. "Tidak,aku lelah hanya ingin istirahat saja." "Baik tuan,kalau anda butuh sesuatu,hubungi saya tuan." "Ck! Kapan kau ini bisa tidak menggunakan bahasa formalmu itu aku bosan mendengarnya." "Saya sudah terbiasa seperti ini tuan dan aneh rasanya saya berbicara dengan anda tidak menggunakan bahasa formal."jawab kelvin tegas. "Ck! Kau terlalu berlebihan." Kelvin terkekeh mendengar marchell berdecak kesal padanya karna ia selalu menggunakan bahasa formal saat berbicara dengan marchell. Tentu bawahan harus sopan kepada atasannya,apalagi mengenasi ucapan bahasa dan sikap kita itu poin terpenting untuk bawahan tapi tidak berlaku untuk marchell pada kelvin. Karna marchell menganggap kelvin sudah seperti sahabat atau saudaranya,tapi kelvin tidak bisa bersikap layaknya sahabat atau saudara karna ia sadar hanya sebatas bawahan saja tidak lebih.Terlebih pada marchell. **** "Apa saja yang harus ku bawa ya?"Tanya miranda sendiri yang kini sedang mengemas barang-barangnya pada koper. "Aku akan bawa yang aku butuhkan sajalah,lagipula untuk apa bawa banyak-banyak,aku kan bekerja sebagai teman mengobrol bukan jadi model."ucapnya kembali sambil mengeluarkan pakaiannya kembali pada kopernya. "Hufftt...akhirnya selesai." Drttt! Drttt! Drttt! Ponsel miranda berbunyi menandakan ada panggilan suara masuk. Sesaat ia melihat ponselnya dan melihat nama yang tertera diponselnya,Bella. Miranda langsung menggeser layar ponselnya dan panggilan tersambung pada bella. "Kau dimana miranda?"Tanya bella diseberang sana. "Aku diapartemen,ada ap?"jawab miranda. "Aku ingin mengajakmu shooping." "Maaf bella,aku tidak bisa menemanimu karna aku sangat lelah hari ini,Kau tahu aku mendatangi 6 cafe untuk melamar pekerjaan tapi tidak ada yang menerimaku."jelas miranda. Seketikan bella tertawa mendengar cerita miranda. "Kau serius? Bagaimana bisa seperti katamu kau itukan lulusan universitas ternama."tanya bella,dan mengatakan kalau miranda lulusan universitas ternama tapi bagaimana bisa ia ditolak dicafe yang hanya seberapa gajinya. Ya terkadang kita tidak bisa melamar pekerjaan hanya karna lulusan saja tapi terkadang pekerjaan yang kita mau itu tidak membuka lowongan atau tepatnya tidak membutuhkan tenaga kerja lagi karna sudah cukup mungkin jadi mau tidak mau ia ditolak. "Entahlah,tapi tenang aku sudah mendapatkan pekerjaan baru,jauh lebih enak."jawab miranda. "Enak? Apa jangan-jangan kau-" "Ck! Kau ini,tidak itu,aku bilang enak itu maksudnya ada yang lebih bagus dari pelayan cafe dan pekerjaannya juga tidak berat hanya bergosip saja."jelas miranda memotong tebakan bella cepat dan sudah pastinya bella akan mengatakan kalau miranda bekerja sebagai wanita malam. Mana mungkin ia mau bekerja menjadi wanita malam,bisa habis ia dengan kelvin.Karna miranda tau bagaimna sikap kelvin seperti apa.Apalagi saat dia mengingat dulu saat miranda dijebak oleh mantan kekasihnya,ia diberi obat perangsang dan akan digauli dengan mantan kekasihnya tapi untuk kelvin datang tepat waktu,kalau tidak habis sudah miranda tak perawan lagi. Saat mengetahui miranda dijebak oleh mantan kekasihnya,emosi kelvin meluap-luap dan habis menghajar mantan kekasih miranda hingga tak berupa karna bogeman demi bogemin yang diberi oleh kelvin pada mantan kekasih miranda. Dari itulah miranda dilarang memiliki kekasih oleh kelvin,karna ia tak mau melihat adiknya terus-terusan tersakiti. Cieee cieee...yang nungguin,ga enak ya nunggu apalagi nunggu dia yang ga ada kepastian sama sekali wkwk,garing ah kayak cerita aku yang ngebosenin ini padahal udah selasa hehe... Thankyou buat kalian yang selalu setia nungguin eps selanjutnya and don't forget to support my story,byeee...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN