Indra meraih benda pipih persegi empat yang menampilkan sebuah nama orang yang menghubunginya. Indra memperlihatkan layar ponselnya pada sang istri. Ada nama Gusti terpampang di sana. “Angkat, ya, Bunda. Sekalian kasih kabar?” “Angkat, dong, Sayang. Kasih kabar kita besok ke Bali,” ujar Marisa. Indra berbicara lewat telepon pada sang ayah. Ia tidak memberi tahu Santy. Menurut keterangan Gusti, sang mama mood-nya masih jelek karena Indra dan Marisa membatalkan proses bayi tabung. Santy sangat berharap hal itu bisa terjadi dan dia segera mendapatkan seorang cucu. "Udah teleponnya, Ayah?" tanya Marisa sambil berbaring miring di samping suaminya. Indra meletakkan ponselnya di atas nakas. "Udah. Mau lanjut enggak?" Indra menaikkan kedua alisnya. "Lanjut apa?" tanya Marisa yang selalu saj

