BAB 20

1621 Kata

Marisa mengerutkan dahi. Ia tidak mengetahui bahwa dulu selain dijodohkan dengannya, Indra juga dijodohkan dengan gadis lain. Kenapa Indra dan Mama Santy tidak memberitahukan hal itu kepadanya? Santy berjalan ke dekat pintu dan menyambut kedatangan dua orang wanita. Satu wanita yang seumuran dengannya, satu lagi seorang gadis yang Marisa sudah kenal. "Wita," sapa Marisa pada Wita lalu mendekat. "Udah pulang dari Surabaya?" "Baru kemarin sore, sampe Jakarta terus dini hari ke sini, Sa," jelas Wita. Masih terlihat raut lelah di wajahnya. "Makasih udah wakilin A'a Indra. Kamu jadi sendirian di sana. Kasihan, pasti capek. Ayuk masuk,” ajak Marisa pada Wita. "Sama-sama. Tidak apa-apa, santai saja. Kenalin, ini mama aku.” Wita menepuk pelan pundak sang mama. Marisa mengangguk dan menjabat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN