BAB 22

1892 Kata

Tok … tok … tok …. Suara ketukan pintu itu kembali mengganggu. Indra menghentikan aksinya. "Siapa di luar?" tanya Indra sambil berteriak. "Saya, Den," jawab asisten rumah tangga. "Ada apa?" "Dipanggil mama, Den. Tamu-tamu katanya mau pamit pulang." Indra menatap Marisa dan menghembuskan napas kasar. "Haruskah kita ke bawah?" "Iya, Bik." Marisa berteriak agar terdengar sampai ke luar kamar.  Ia mencium pipi Indra singkat. "Ke bawahlah, Ayah. Tahu sendiri mama lagi sensi. Mau Bunda dijutekin Mama Santy lagi?” Marisa bangun dan meraih pakaian yang tadi Indra lempar sembarangan. "Ayo, Yah, kita harus turun.” ajaknya pada Indra yang masih berbaring. "Udahlah. Itu kan tamu mama. Sini, Bun! Mama Santy nggak akan marah. Ayah jamin.” Indra menepuk-nepuk kasur agar Marisa kembali berbaring

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN