BAB 18

1761 Kata

Hati mulai memanas ketika tahu fakta bahwa ada orang yang tengah membicarakan diri kita sendiri tanpa kita mengenal orang tersebut sama sekali. Mereka ada di hadapan mata dan perbincangan begitu terdengar jelas. Menusuk indra pendengaran, merusak gendang telinga, membakar hati dan membuat mata seketika perih. Ada masalah apa? Apa ia punya kesalahan pada orang tersebut? Padahal ia kenal saja tidak. Marisa berusaha menenangkan diri walau seketika ingin membalas perbuatan orang yang ada di sebelahnya. Kedua orang itu hendak pergi. Handuk yang dikenakan salah seorang wanita berumur itu terjatuh. Marisa ingin mengingat-ingat wajah keduanya. Ia segera bangun dan mengambil handuk yang terjatuh. “Ini handuknya jatuh, Bu.” Marisa menatap dengan tajam mata orang yang asyik membicarakannya. Samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN