BAB 32

1611 Kata

Seorang gadis menggerutu sepanjang jalan setelah keluar dari sebuah klinik. Ia mungkin sangat kesal sampai-sampai tidak melihat sebuah tiang listrik dan menabraknya hingga keningnya memerah. “Sial, aku malah menabrak tiang. Lebih baik besok aku kembali saja ke Jakarta.” Semua ini ia anggap kesial-an yang datang dari Marisa. Gadis baru yang masuk ke dalam kehidupannya bersama Indra. “Paling wanita itu saat ini dimakan hiu, atau terdampar, atau bisa jadi ini akal-akalan agar dia bisa bersama pria lain.” Cindi meraih ponsel yang ada di dalam sakunya. Menghubungi seseorang yang paling berharga di dalam hidupnya. “Mama, aku mau pulang besok!” teriaknya yang masih berdiri di dekat tiang listrik. “Apa kau menyerah? Sudah Mama bilang, kan. Ngapain kamu tetap saja bersikeras?” jawab mama Cindi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN