DUA PULUH

465 Kata

Kehilangan bukan berarti punah. Namun ia adalah pelajaran bahwa apa yang kamu genggam bisa saja terlepas dari kepalanmu. Dan kini, hanya ada gundukan tanah merah yang Defina saksikan. Di mana di dalamnya Aisyah terlelap dengan tenang. Allah telah memanggil bidadari dunia, semoga mendapat tempat terbaik disisinya. Isak tangis yang tertahan membuat suara Defina tersendat. Ia bahkan tak sempat melihat wajah sahabatnya untuk yang terkahir kalinya. Bahkan saat Aisyah menderita karena sakitnya Defina tidak ada untuk menemani hari harinya. Berbanding terbalik dengan Aisyah yang selalu ada untuk Defina. Usapan dipundak Defina terasa membuatnya semakin rapuh. Ibunya Ilham masih mengelus pundak Defina hangat mencoba menyalurkan energi di sana. Namun pada akhrinya semua itu biarlah berlalu, k

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN