"Aku malu, tapi aku sadar ini semua memang salahku. aku hanya ingin mengangkat derajat keluargaku, agar mereka tidak terus menjadi bahan hinaan orang lain terutama saudara-saudara Bapak dan Ibuku. Hingga aku nekad menjalani profesi ini, menjadi peliharaan Om-om nakal yang hanya menginginkan hubungan sesaat denganku." Dengan napas tersengal-sengal Meisya meracau, tidak ada apapun yang terpancar dari kedua matanya selain rasa putus asa. Banyu dan Dimas yang baru saja memasuki ruang tamu duduk tanpa suara, membiarkan gadis yang ada dalam pelukan Laura itu mengeluarkan unek-uneknya. "Bapak dan ibu selalu berpesan kalau aku harus menjadi anak yang baik, menjaga nama baik keluarga karena hanya itu yang kami punya. Mereka membanggakan aku sebagai anak yang cerdas hingga bisa mendapatkan beasi

