"Hhmm ... Abang, apaan, sih. Aku masih pengen bobo." Laura menggeliat saat merasakan geli di bawah tengkuknya, hembus napas hangat Banyu dan berpadu dengan bulu halus yang tumbuh di dagu sang suamib membuat bulu kuduk Laura meremang, sekaligus menyulut gelora yang beberapa jam lalu padam karena lelap yang merengkuh raga. "Sayang, bangun, yuk," bisik Banyu seraya mengecupi daun telinga istrinya. "Em ... belum pagi, Bang," gumam Laura dengan kedua mata yang masih terpejam, tapi rasanya kembali terlelap hanya sebuah angan karena tangan Banyu telah menggerilya di bagian depan tubuhnya, membelai lembut setiap inci kulitnya yang tanpa busana. Laura masih pura-pura terpejam, padahal jantungnya sudah berdetak tak karuan. Aliran darah yang semula normal kini semakin memanas akibat pompaan jan

