Dimas berjalan mondar-mandir di samping ranjang di mana ia meletakkan tubuh Meisya yang masih terkulai lemas, ada Mbak Asih yang sedang berusaha menyadarkan gadis itu mengoleskan minyak kayu putih di beberapa bagian tubuhnya juga menaruh botolnya di dekat hidung mancungnya agar gadis cantik itu segera siuman. Usaha Mbak Asih tidak sia-sia, perlahan Meisya mengerjap dan membuka kelopak matanya yang terasa berapa, sesaat gadis itu terdiam lalu bayangan tentang apa yang baru saja ia alami kembali berputar di kepalanya. "Alhamdulillah, Tuan, Mbak ini udah bangun," ujar Mbak Asih, membuat Dimas segera mendekati ranjang. Mbak Asih bangun dan berdiri agak menjauh. "Kak, Dimas?" gumam Meisya lalu kembali teringat jika memang benar dia yang berusaha menggagalkan upaya bunuh dirinya. "Meisya

