Dokter Kelly langsung melancarkan rencananya. Dengan suara dibuat ramah, ia berkata bahwa dirinya adalah staf pelayanan hotel yang datang untuk memberikan bonus makanan kepada klien yang telah memesan makanan dalam jumlah tertentu. Alex yang sedang menikmati wine-nya merasa terganggu. Dengan nada datar, ia menyuruh mereka menghabiskan saja makanan bonus tersebut. “Anggap saja itu jatah kalian,” katanya singkat. Dokter Kelly yang masih berpura-pura sebagai pelayan segera menjawab, “Kami tidak boleh memakan makanan milik klien, Tuan. Jika kami ketahuan, kami bisa mendapat hukuman dari manajemen hotel bintang lima ini.” Alex melanjutkan dengan nada sedikit kesal, “Aku memberikan makanan bonusku untuk kalian. Lebih baik kalian yang makan daripada terbuang. Bilang saja makanan itu pemberi

