Alex merasa sangat senang karena usahanya kali ini akhirnya berhasil. Ia bisa kembali menelpon ibunya setelah sekian lama. Namun di balik rasa senang itu, Alex masih ragu untuk mulai berbicara. Tangannya sedikit gemetar, dadanya terasa sesak. Belum sempat ia berkata apa-apa, suara ibunya terdengar lebih dulu dari seberang telepon. “Alex… apakah itu kamu, Nak? Apakah kamu ada di panggilan ini?” Alex yang benar-benar merindukan suara ibunya langsung menelan ludah dan menjawab dengan suara bergetar, “Ibu… apakah ibu baik-baik saja?” Begitu mendengar suara Alex, air mata ibunya langsung menetes tanpa bisa ditahan. Sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu dan tidak berbicara dengan tenang seperti ini. Alex yang mendengar suara tangis ibunya segera mencoba menenangkan, “Aku baik-baik saja
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


