"Sudah jalan empat minggu," ujar dokter Farid. Tatapannya belum beranjak dari layar monitor dengan telapak tangan sebelah kanan dan jemari menggerakkan mouse memusatkan pada satu titik. "Coba liat bagian sini." Dokter Farid berhenti menggerakkan mouse. Gita dan Pram memusatkan pandangan pada titik yang ditandai dokter paruh baya itu. Namun mereka tidak melihat apa pun selain hanya sebentuk noktah. "Masih sangat kecil sih. Tak sampai seukuran sebutir nasi," lanjut dokter itu lagi. "Ukurannya sekitar 0,6 cm. "Wow." Hanya satu kata itu yang keluar serentak dari bibir mereka berdua. Takjub. Kata apa lagi yang pantas menggambarkan perasaan mereka saat itu? Tanpa sadar mata Gita berkaca-kaca. Belum berupa saja, rasa syukur dan bahagia mereka sudah sebesar ini. Betapa kehadiran jani

